Sportalavista
Connect with us

Hi, what are you looking for?

BOLA

Sportalavista : Jadwal Lengkap Piala Dunia Qatar 2022

piala dunia SPORTALAVISTA

Sportalavista : Jadwal Lengkap Piala Dunia Qatar 2022

Piala Dunia FIFA ke-22 yang perputaran finalnya berjalan di Qatar. Ini ialah pertamanya kali Qatar mengadakan kompetisi ini. Kompetisi sepak bola internasional empat tahunan yang dituruti oleh timnas sepak bola pria federasi anggota FIFA. Kompetisi ini diadakan di Qatar pada Tahun 2022. Ini bisa menjadi Piala Dunia pertama yang sempat diselenggarakan di Timur tengah dan yang pertama di negara sebagian besar Muslim.[1] Piala Dunia 2022 ini bisa menjadi Piala Dunia ke-2 yang diselenggarakan seutuhnya di Asia sesudah Piala Dunia FIFA 2002 di Korea Selatan dan Jepang.[2] Disamping itu, kompetisi ini bisa menjadi yang paling akhir yang mengikutsertakan 32 team, pada masa seterusnya (yakni pada Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara).

Ini akan mengidentifikasi Piala Dunia pertama kali yang tidak diselenggarakan di bulan Mei, Juni, atau Juli; Piala Dunia ini kali akan direncanakan di akhir November sampai tengah Desember.[3] Piala Dunia ini kali akan dimainkan dalam periode saat yang sekitaran 28 hari, dengan final diselenggarakan pada 18 Desember 2022, yang sebagai Hari Nasional Qatar.[4]

Ada dakwaan korupsi yang terkait dengan bagaimana Qatar memenangi hak menjadi tuan-rumah acara itu. Penyidikan intern FIFA sudah memberikan laporan jika Qatar tidak bersalah, tapi kepala penyelidik Michael J. Garcia semenjak itu memvisualisasikan laporan FIFA pada penyidikannya sebagai “tidak komplet secara material dan salah”.[5] Pada 27 Mei 2015, beskal federasi Swiss buka penyidikan korupsi dan pencucian uang berkaitan dengan Piala Dunia 2018 dan 2022.[6][7] Pada 6 Agustus 2018, bekas presiden FIFA Sepp Blatter mengeklaim jika Qatar sudah memakai “operasi hitam”, memperlihatkan jika panitia penyeleksian tuan-rumah sudah lakukan manipulasi untuk memenangi hak tuan-rumah.[8]

Disamping itu, Qatar sudah hadapi kritikan keras karena tindakan pada karyawan asing yang turut serta dalam penyiapan untuk Piala Dunia, dengan Amnesty International mengarah pada “kerja paksakan” dan mengatakan jika karyawan sudah menanggung derita pelanggaran hak asasi manusia, walau standard kesejahteraan karyawan direncanakan di tahun 2014.[9]

Penyeleksian tuan-rumah
Tingkatan penyeleksian tuan-rumah Piala Dunia FIFA 2018 dan 2022 diawali semenjak Januari 2009, di mana federasi nasional mempunyai waktu sampai 2 Februari 2009 untuk daftarkan diri.[10] Sebelumnya, tujuh negara ajukan penawaran menjadi tuan-rumah Piala Dunia FIFA 2018, tapi Meksiko selanjutnya memundurkan diri. Penawaran Indonesia ditampik oleh FIFA pada Februari 2010 karena tidak ada support tercatat dari pemerintahan.[11] Sepanjang proses penyeleksian, beberapa negara non-UEFA dengan bertahap mundur dari penyeleksian tuan-rumah 2018, sementara beberapa negara UEFA mundur dari penyeleksian tuan-rumah 2022. Hingga, sisa lima penawaran menjadi tuan-rumah Piala Dunia FIFA 2022: Australia, Jepang, Qatar, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Dua puluh dua anggota Komite Eksekutif FIFA berjumpa di Zürich pada 2 Desember 2010 untuk memberi suaranya saat menentukan tuan-rumah ke-2 kompetisi itu. [12]

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hasil pengambilan suara selengkapnya ialah seperti berikut:[13]

Calon tuan rumahSuara
Putaran 1Putaran 2Putaran 3Putaran 4
 Qatar11101114
 Amerika Serikat3568
 Korea Selatan455Tersingkir
 Jepang32TersingkirTersingkir
 Australia1TersingkirTersingkirTersingkir

Peluang Tambahan Quota
Pada 12 April 2018, CONMEBOL minta supaya FIFA menambahkan paket Piala Dunia FIFA 2022 dari 32 jadi 48 team, untuk penyelenggaran Piala Dunia saat sebelum edisi 2026 akan diperkirakan seperti awalnya.[14][15] Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan kesediaannya untuk menimbang keinginan itu. Tetapi, konferensi FIFA menampik keinginan itu sebentar saat sebelum diawalinya Piala Dunia FIFA 2018..[16] Infantino menjelaskan tubuh pengontrol sepak bola global tidak mengulas peluang Piala Dunia yang dengan anggota 48 team, dan jika mereka pertama kali akan mengulas permasalahan itu dengan negara tuan-rumah.[17]

Di bulan Maret 2019, “study kelaikan FIFA” mengaitkan jika ada peluang untuk menambahkan paket kompetisi jadi 48 team, walau dengan kontribusi “satu ataupun lebih” negara lain dan “dua sampai empat tempat tambahan.” FIFA menjelaskan jika “dalam pada itu tidak bisa tidak pedulikan perlakuan hukum dari kehilangan hak tuan-rumah dengan mengganti pola [turnamen], study menjelaskan ‘menyimpulkan jika resikonya rendah.” FIFA dan Qatar peluang akan mengecek bersama proposal untuk disodorkan ke Dewan FIFA dan Konferensi FIFA pada Juni 2019. Andaikan proposal bersama disodorkan, federasi anggota FIFA akan memberi suara pada keputusan akhir di Konferensi FIFA ke-69 di Paris,[18][19] Prancis pada 5 Juni 2019. Tetapi, pada 22 Mei 2019, FIFA umumkan tidak menambahkan paket kompetisi.[20]

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like

BOLA

Adam Traore Kembali ke Barcelona

For You

Francesco Guidotti Seperti Meluapkan Keluh Kesahnya

BASKET

Indonesian Basketball League